Pada suatu hari hiduplah seorang keluarga baru, usia pernikahan merekapun masih terhitung masih sangat muda. Keluarga merekapun terbilang sangat harmonis, bahkan mereka tidak pernah bertengkar karena hal hal yang sepele, karena keduanya sama sama bersifat dewasa. Hari hari berjalan sangat indah seperti biasanya, namun tidak pada hari ini. Aisyah sang istri merasakan pusing yang teramat sangat, hingga sampai sampai dia jatuh pingsan. Kebetulan pada saat itu, Dani sang suami sedang berada di kantor. Saat Aisyah sudah terbangun, ternyata darah segar sudah mengalir dari hidungnya. Ia segera membereskan itu semua dan berharap suaminya tidak mengetahui itu, karena pasti sang suami akan cemas berlebihan. Namun itu tidak hanya terjadi satu kali saja, itu terjadi secara berulang ulang dan menjadi sangat parah. Akhirnya Aisyah memutuskan untuk pergi kerumah sakit dan untuk melaksanakan medical check-up dan hasilnyapun sangat tidak terduga... Aisyah terkena kanker darah atau leukimia stadium akhir. Aisyah merasa lemas dan lunglai mendengar penjelasan sang dokter.
- Dokter : Apa ibu sering merasakan ini?
- Aisyah : Ya dok... Dulu sebelum menikah saya hanya merasakan pusing pusing saja, tapi sudah satu minggu ini saya pingsan dan mimisan.
- Dokter : Ibu terkena kanker darah stadium akhir
- Aisyah : Lalu berapa lama lagi saya dapat hidup?
- Dokter : Kurang lebih selama sebulan lagi, karena kanker yang ada pada tubuh ibu sudah menjalar ke semua penjuru syaraf. Itu hanya dapat disembuhkan dengan kemoterapi, karena sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi.
- Aisyah : Saya rasa ini sudah takdir saya dok, dan saya tidak memerlukan obata ataupun kemoterapi.
Aisyah kembali dengan hati kecil dan rasa tak berdaya, ia menyembunyikan semua itu dari suaminya. semua berjalan seperti biasa bahkan terlihat sangat manis. Hingga akhirnya Aisyah merasa ini akhir dari hidupnya, ia meminta suaminya untuk tidak menghubunginya dan mencarinya. Aisyah kembali kerumah orang tuanya dan membuat surat
"Sayang... Aku pergi untuk mencapai ketenangan yang abadi.Selamat ya kamu telah bisa menjalani satu hari ini tanpa aku, dan lakuklah itu besok, lusa dan seterusnya"
Hingga akhirnya orangtua Aisyah menemukan Aisyah telah meninggal, orangtua Aisyah lekas menelpon Dani dan memberitahukan kabar itu. Dani menemukan surat yang telah dibuat Aisyah dan hasil rekam medis yang menyatakan Aisyah mengidap kanker darah. Dani merasa sangat sedih telah kehilangan Aisyah dan hingga saat ini Dani menemukan penggati Aisyah
terharu :'( tapi kalau ceritanya diperpanjang dan diperjelas lagi pasti akan lebih membuat air mata berlinang karena benar-benar kena ke hati.
BalasHapushy annisa, kunjungi blog aku yaa :D
BalasHapusmelindaoctaviani.blogspot.com
terimakasih :p
sedih kaliii cerita ini ;( semangat kak Dani
BalasHapuscopas dimana nih ceritanya,, kok kayak pernah baca :P :P
BalasHapussad :(
BalasHapuslebih dikembangkan lagi ceritanya, SEMANGAT :D
beneran ini true story ? tau dari mana? hahah
BalasHapus